Selasa, September 27, 2011

komunikasi massa


Komunikasi Massa
Komunikasi massa adalah penyebaran pesan dengan menggunakan media yang ditujukan kepada massa yang abstrak, yaitu sejumlah orang yang tidak tampak oleh sang komunikator. Pembaca surat kabar, penonton televisi dan film, pendengar radio, tidak tampak oleh si penyampai pesan. Dengan demikian, maka jelas bahwa komunikasi massa atau komunikasi melalui media massa bersifat “satu arah”. Begitu pesan disampaikan oleh komunikator, tidak diketahui apakah pesan itu diterima, dimengerti, atau dilakukan oleh khalayak

Proses komunikasi massa
Unsur-unsur komunikasi
1. Penyampai pesan/komunikator/sumber/Source
2. Pesan/Message
3. Penerima pesan/Receiver
4. Media/Channel
5. Efek/tujuan/Destination
6. Umpan balik/Feedback
7. Gangguan/Noise noise

Tahapan-tahap pembentuk komunikasi massa:
1. Komunikator profesional è komunikator yang terlembagakan è komunikator bukan individu è komunikator merupakan bagian dari lembaga/organisasi yang kompleksMedia Massa è menurut Ashadi siregar è padat modal & teknologi Konglomerasi pers è pers yang dikuasai konglomerat 
2. Cepat & berkelanjutan  Cepat è proses penyampaian pesan lebih cepat karena kecanggihan teknologi ex. Cetak jarak jauh  Berkelanjutan è dalam menyampaikan pesan tidak sepotongsepotong tetapi berkelnajutan
Ex. Kasus yang sedang hangat diberitakan di TV mengenai operasi wajah yang disiarkan secara terus menerus. Pesan medisa massa bersifat umum (tidak ditujukan untuk pribadi tetapi untuk khalayak luas, heterogen, …dst.) 
3. Khalayak luas & beragam/heterogen & anonim Luas è tersebar di berbagai tempat Heterogen è khalayak beragam Anonim è tidak dikenal (komunikator tidak dapat mengenal audience) 
4. Kesamaan makna  è pesan yang disampaikan untuk meciptakan kesamaan makna diantara khalayak. Kesamaan makna muncul karena keserampakan/serentak pada waktu yang sama. “tapi” ==== pada kenyataannya pesan yang disampaikan sama tetapi makna yang dimunculkan berbeda-beda
 5. Mempengaruhi khalayak è bertujuan untuk membentuk satu sikap & perilaku tertentu
6. Mengutamakan unsur isi daripada hubungan  è komunikasi masa lebih mengutamakan isi/content daripada hubugan/relationship karena pesannya melalui media 
7. Bersifat satu arah è akan tetapi pada konteks-konteks tertentu dapat bersifat dua arah
 8. Stimulasi alat indera terbatas è merupakan kelemahan karakteristik komunikasi massa ex. Orang buta è mendengar radio è tidak dapat melihat siaran TV 
9. Feedback tertunda è tetapi untuk sekarang ini sudah tidak relevan lagi karena sekarang sduah ada acara yang bersifat interaktif

Dalam menusun suatu strategi komunikasi untuk dioprasikan dengan taktik-taktik komunikasi sebagai penjabaran, pertama-tama ia harus menghayati proses komunikasi yang akan ia lancarkan. Sebagaiamna proses komunikasi harus berlangsung secara “berputar” (circular), tidak “melurus” (linear); ini berarti idenya sebagai ekspresi dari panduan dan peristiwa yang kemudian berbentuk pesan, setelah sampai kepada komunikan, harus diusahakan agar efek komunikasinya dalam bentuk tanggapan mengarus menjadi unpan balik. Dengan lain perkataan komunikator harus tahu efek atau akibat dari komunikasi yang di lancarkannya itu, apakah positiif sesuai dengan tujuan, apakah negative. Jika setelah dievakuasi unpan balik komunikasinya itu positif, maka pola komunikasi yang sama dapat dipergunakan lagi untuk pesan lain yang harus dikomunikasikan; bila ternyata negative, pada gilirannya harus di teliti factor-faktor penghambat yang menyebabkan kegagalan komunikasinya itu.

Contohnya:
Seorang komunikan melakukan kegiatan (peristiwa) di suatu media tulis, audio maupun audio visual dan di teruskan kepada masyarakat yang memiliki tujuan yang sama. Di kehidupan yang biasa seperti halnya surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televise yang ditujuakan kepada umum, dan filem yang dipertunjukan di gedung –gedung bioskop.


Onong Uchjana Efendi, Dinamika Komunikasi, (Bandung, Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 56
Onong Uchjana Efendi, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, (Bandung, PT.  Citra Aditya Bakti, 2003), hal 79 dan 311



Kn
 


Kn
 


Kn
 


1. Model ini merupakan pengembangan ari model Shannon & weaver. De fleur mempersoalkan arti dari isi pernyataan yang disampaikan dan arti dari isi pernyataan yang diterima. Noise dapat mempengaruhi semua unsur komunikasi. Bukan seperti Shannon & Weaver noise hanya terjadi antara unsur transmitter (alat pengirim) dan unsur reciver (alat penerima). De Fleur menemukan adanya umpan balik (feedback). Dengan umpan balik ini, akan lebih mudah tercapai persamaan arti antara arti message yang disampaikan dan arti pesan yang diterima. Harus diingat, dalam komunikasi massa, komunikator hanya memperoleh feedback yang terbatas atau tidaklangsung dari khalayaknya.  


2. (M) memahami (E) sebagai (E1). Penjelasan Lingkaran kanan : E – Event – kejadian = peristiwa. Lingkaran kiri atas (M) = man of machine = manusia atau mesin. Lingkaran di dalam (M). E1 – E sebagaimana dipahami oleh (M). Jadi hasil pemahaman (E1) tidak selamanya sama dengan yang diperhatikannya (E). hal itu disebabkan oleh: seleksi, konteks, ketersediaan E. Lingkaran kiri bawah (M) ingin mengkomunikasikan (E1) kepada manusia lain. Ia mengubah (E1) menjadi (SE), (S) = shape = form = bentuk, dan E adalah content = isi. Di dalam kuliah kita mengenal (S) = shape = lambing komunikasi. Lambang komunikasi mengubah isi pernyataan dari bentuk abstrak menjadi konkrit. Bentuk (E1) adalah abstrak. S = lambing komunikasi mengubah (E1) berbentuk (SE) sebagai (SEI) “wah hujan”
Proses komunikasi digambarkan sebagai berikut :
1. M mengamati E
2. M mengamati E sebagai E1
3. M menyampaikan E1 sebagai SE kepada M2
4. M2 memahami SE sebagai SE
1
.
Denis McQuail dan Sven Windahl berpendapat model ini dapat menggambarkan masalah psokologis dalam kesaksian di pengadilan. Seberapa jauh persepsi (M) itu tepat terhadap sejunlah kejadian (E) dan sejauh mana kemampuannya menyatakannya (E) dalam bentuk (SE).
Didalam komunikasi massa :
a. E = Bahan Berita 
b. M = Mass Media
c. SE = Isi Media
d. M2 = Khalayak Media
Kita dapat mempersoalkan, misalnya: “seberapa baik hubungan realitas dengan berita (antara E dan SE) tentang realitas itu oleh media (M) ” dan “sejauh mana isi media (SE) dimengerti oleh khalayak (M2)”.

3. 1. Ada unsur baru yaitu C yang memainkan peranan sebagai medium.
2. Ada tiga feedback yaitu FCA, FBC, dan FBA.
3. Proses komunikasi berlangsung sebagai berikut: A memilih X dari sejumlah X yang tersedia untuk disampaikan kepada B (audiens). Untuk menyampaikan X ini, A menggunakan saluran C (organisasi media). Dapat juga C memilih X untuk disampaikan langsung ke audiens dan seterusnya.
4. Model Westley & McClean ini menggambarkan komunikasi massa, karena dalam proses komunikasi ini sudah ada C (media massa) dan ditujukan kepada banyak orang.
Dennis McQuail dan Sven Windahl berpendapat, model ini mengandung asumsi bahwa system hubungan yang demikian seperti halnya model Newcomb akan bersifat mengatur diri sendiri atau menguntungkan bagi semua partisipan. Jka komunikasinya berlangsung bebas maka sifat ini akan menyampingkan kepentingan-kepentingan antara pengirim dan penerima. Pada kenyataannya hubungan dari ketiga partisipan ini jarang sekali bersifat seimbang dan tidak selalu merupakan hubungan komunikasi.
Kelemahan kedua menurut Denis McQuail dan Sven Windahl, model ini terlalu menonjolkan tingakt integrasi proses komunikasi dan kesamaan pandangan antara penyokong, komunikator dan audiens. Dalam kenyataannya masing-masing komponen mempunyai tujuan yang tidak ada kaitannya satu sama lain. Model ini bersifat idealis dan agak normative dalam menawarkan apa yang sebenarnya merupakan versi pasar bebas.
Kelemahan ketiga, model ini terlampau menonjolkan ketergantungan komunikator terhadap masyarakat, terutama dalam persoalan politis atau yang menyangkut kepentingan Negara. 


4. Model Komunikasi Massa Schramm adalah pengembangan dari Model Sirkuler Osgood & Schramm. Perbedaannya dua model ini adalah : Model lingkarang (sirkuler) dan Schramm menggambarkan komunikasi antar pribadi antara seorang komunikator dengan seorang komunikan. Model komunikasi Massa Schramm menggambarkan komunikasi antara satu media massa (umpama organisasi surat kabar) dengan mass audience (masyarakat banyak).
 Dalam Organisasi tersebut terjadi proses sebagai berikut :
1. Decoding, yaitu fungsi menerima dan merubah pesan tersebut menjadi arti.
2. Interpreting, yaitu fungsi menerjemahkan atau mengartikan / mengolah pesan.
3. Encoding, yaitu memancarkan / mengubah pesan menjadi bentuk bahasa / kode untuk disampaikan pada audiens.
Hasil kerja redaksi surat kabar ini dicetak dan disebarkan. Masing-masing berhubungan dengan kelompoknya, dimana isi surat kabar ini diperbicangkan (terjadi proses komunikasi). Sudah itu ada yang menyampaikan feedback inferential. Feedback ini berbentuk : berhenti berlangganan surat kabar, mematikan TV, mengganti saluran radio.


5. Perbedaan dari Model Riley & Riley dengan modal sebelumnya adalah : Model sebelumnya memberikan kesan, bahwa proses komunikasi terjadi dalam suatu kevakuman sosial dan pengaruh lingkungan tidka perlu dipermasalahkan. Model Riley & Riley menunjukan bahwa komunikator dan komunikan mendapat pangaruh dari kelompok primer.
Kelompok – kelompok dan struktur sosial yang lebih besar yang mempengaruhi komunikator dan komunikan di dalam melaksanakan proses komunikasi berada di dalam dan mendapat pengaruh dari sistem sosial keseluruhan (over all social system).
Baik komunikator, maupun komunikan berhubungan dengan kelompok primernya. Komunikator/ komunikan dan kelompok primernya masing-masing dipengaruhi oleh struktur yang lebih besar dan serluruh proses ini dipengaruhi oleh sistem sosialnya. 
Kelompok primer adalah kelompok dimana antara anggotanya terdapat hubungan yang intim, misalnya keluarga. Kelompok referens adalah kelompok yang dengan pertolongannya, anggotanya dapat merumuskan sikap, nilai dan tingkah lakunya.
Denis McQuail dan Sven Windahl berpendapat (1) model ini membantu menghubungkan konsep mengenai komunikasi massa dengan teori – teori sosiologi yang sudah ada, (2) pendapat Riley & Riley bahwa komunkasi massa hendaklah dipandang sebagai suatu proses ini dapat mempengaruhi dan dipengaruhi itu, adalah pendapat yang penting, (3) Model ini menunjukan cara baru dalam melihat efek – efek komunikasi.


6. Maletzke membuat model komunikasi massa berdasarkan elemen – elemen tradisional yaitu komunikator, isi pernyataan, medium, komunikan, dan umpan balik. Di antara medium dan komunikan, Maletzke menambah tekanan atau kendala medium dan citra medium pada diri komunikan.
Dalam hal tekanan atau kendala medium, kita hadapkan pada kenyataan, ada perbedaan jenis adaptasi oleh komunikan terhadap media yang berbeda – beda. Setiap medium ada kelebihan dan kekurangannya. Sifat – sifat medium dianggap punya pengaruh terhadap cara komunikan menggunakannya.
Citra medium ada pada komunikan menimbulkan harapan – harapan tentang isi medium tersebut, dan dianggap punya pengaruh terhadap cara komunikan memilih isi medium tersebut.
Dalam diri komunikator maupun komunikan terdapat variabel independen yang mempengaruhi dirinya dalam melakukan tindak komunikasi. Pada komunikan variabel independen itu terdiri dari citra diri komunikan, struktur kepribadian komunikan, lingkungan sosial komunikan dan komunikan sebagai anggota public.
Sedang pada komunikator, variabel independen terdiri dari citra diri komunikator, struktur kepribadian komunikator, komunikator dalam kelompok kerja, komunikator dalam organisasi, lingkungan sosial komunikator serta tekanan dan kendala yang timbul dari karakter publik.
Di samping itu, komunikator berkaitan dengan variabel, yaitu pilihan tentang apa yang ia sampaikan dan caranya membentuk isi pernyataan yang disampingkan.
Ketika menetapkan bagaimana caranya menyusun dan membentuk isi pernyataan, komunikator dihadapkan pada suatu situasi pilihan. Bagaimana ia melakukan seleksi dan membentuk isi pernyataan tergantung pada tekanandan kendala dari isi pernyataan dan tekanan atau kendala dari media.
Komentar Denis McQuail dan Sven Windahl : model ini menggunakan pendekatan sosiologi dan psikologi. Walaupun model ini sudah berumur, namun masih berguna untuk membantu penelitian. Model ini begitu mendetail sehingga bias menjadi alat cek (cheklist) faktor – faktor yang ada hubungannya dengan proses komunikasi massa dari segi psikologi dan sosialnya.
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar