Rabu, September 28, 2011

Cerita Anekdot



Cerita Anekdot
Budi….
            Alkisah seorang pemuda keturunan Batak dan lahir di Medan liburan di Jawa dan berkeliling mencicipi segala makanan daerahnya.
”Mba bli dawetnya mba”
“Sampuntelas mas”
“Ya memang harus pake gelas atuh mba ah”
“Botem woten mas”
“Betul…. memang saya suka pake santen mba”
“Dasar sinting ngi”
“Loh ko tau nama saya ginting sih mba”
“Dasar wong edang “
“Wah emba betul lagi euny… saya emang dari Medan mba”
“Haah… dasar wong ora doe otank”
“bah Bener… bener saya emang orang batak”
“Dasar budek”
“Ya itu ba selain cendol saya suka gudeg”

(Canghegar)

Open atau Oven
Suatu hari seorang Ibu pedaleman alias orang pelosok yang jarang sekali pergi ke kota besar pergi ke kota untuk membawa uang pensiunannya di bank.
“Allhamdulilah dugi oge ka bank, tapi mana pantona?”
Datang seseorang masuk ke bank dengan kulit putih, ibu itu mengikuti sampai kedepan pintu.
“Kela naha tulisana open laina open mah kanggo ngabakar hui?wah aya nu teu bener ieu the, tapi leres da ieu bank paranti nyandak artos mah.ah dagoan we nepi kaluar jalma nu tadi.”
Setelah menunggu lama ibu itu melihat ada seseorang keluar dengan kulit agak hitam.
“Wah emang teu bener ieu bank.”

(Canghegar)

Bukan Saya mah Deri
Awal pembelajaran anak kelas tiga seperti biasa ribut.ketika salah seorang guru masuk dan memberikan materi pembelajaran.
“Pagi anak-anak”
“Pagi Ibu guru”
“Perkenalkan saya Susan yang akan mengajarkan B.inggris kepada kalian, are you ready to study with me?”
(sambil menanyakan kedapa salah seorang yang duduk di depan kebetulan dia bernama Deri)
“Are you ready?”
“Bukan saya mah deri bukan redy.”

(Pengalaman teman)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar