Kamis, November 05, 2009

Kartul Kimia

KANDUNGAN ZAT KIMIA DALAM TANAMAN PURWACENG DAN MANFAATNYA TERHADAP PROSES KIMIA DALAM TUBUH MANUSIA

KARYA TULIS

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Program Studi Ilmu Pengetahuan Alam
Mata Pelajaran Kimia

Oleh :
Siti Haifa Octaviarini
XII IPA 6
070810301









SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1
Jl.Prabu Geusan Ulun no.39 Sumedang
2009-2010


LEMBAR PENGESAHAN

KANDUNGAN ZAT KIMIA DALAM TANAMAN HERBAL PERWACENG DAN MANFAATNYA TERHADAP PROSES KIMIA DALAM TUBUH MANUSIA

Disahkan oleh :
Pembimbing I Pembimbing II

Dra. Hj. Elikah Setiasih Yeni Yuniarti, S.Pd
NIP 132 138 231 NIP 132 089 158

Mengetahui,
Kepala SMA Negeri 1 Sumedang, Wali Kelas,

Drs. H. Masduki Heryana, M.M. Hj. Uun Untarsih, S.Pd.
NIP 130 685 996 NIP 131 275 029


LEMBAR PERSEMBAHAN
Otak dan pikiranmu lebih besar dari dunia ini, itulah karena-nya Tuhan Yang Maha Besar menitipkan Dunia ini kepadamu, maka "perlakukanlah dan sadarilah bahwa pikiran adalah sesuatu yang harus di nyalakan , bukan di perlakukan sebagai gudang atau tempat sampah yang di jejali dengan hal-hal yang tak bermanfaat" dan Ilmu pengetahuan harus dipahami dengan
sungguh-sungguh, baru bisa menjadi kebijaksanaan dalam
diri sendiri
Keberhasilan
Sebuah keberhasilan atau kesuksesan bukanlah tempat berhenti dan berlabuh, tapi sebagai tempat mempersiapkan diri untuk menyongsong kegagalan demi kegagalan yang akan datang.
Kegagalan
Sebuah kegagalan bukan kejatuhan atau kehancuran, tapi sebuah kesuksesan dan keberhasilan menemukan cara yang salah.









Kupersembahkan untuk Ayah dan Bunda
Yang telah mengarahkan cita-citaku
Serta adik-adikku tercinta
atas jasa jasanya yang
membangun semangat

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Karya tulis ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas akhir program studi Ilmu Pengetahuan Alam.
Karya tulis ini berjudul “Kandungan zat kimia dalam tanaman herbal perwaceng dan manfaatnya terhadap proses kimia dalam tubuh manusia”.
Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan baik yang bersifat moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada:
1. Drs. H. Masduki, M.M. selaku kepala SMAN 1 Sumedang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan di SMAN 1 Sumedang;
2. Yeni Yuniarti, S.Pd. selaku pembimbing materi karya tulis yang telah memberi petunjuk dan arahan kepada penulis selama menyusun karya tulis ini;
3. Dra. Hj Elikah Setiasih selaku pembimbing teknis karya tulis ini;
4. Hj. Uun Untarsih, S.Pd. selaku wali kelas XI IPA 6;
5. Orang tua dan adik penulis yang telah memberi dukungan baik secara moril maupun materil.
6. Teman-teman semua yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ini terutama warga kelas XII IPA 6.
7. Semua pihak yang telah membantu kelancaran dalam penyusunan karya tulis ini.
Mudah-mudahan atas segala bantuan dan kebijakan yang telah diberikan kepada penulis, mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Allah Subhanahuwata`ala.
Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Penulis memohon maaf apabila dalam penyusunan karya tulis ini terdapat banyak kekurangan dan kesalahan.



Sumedang, Oktober 2009


Penulis


DAFTAR ISI


LEMBAR PENGESAHAN i
LEMBAR PERSEMBAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
ABSTRAKSI vii
BAB I PENDAHULUAN 8
1.1 Latar belakang 8
1.2 Perumusan masalah 10
1.3 Tujuan Penelitian 10
1.4 Manfaat Penelitian 11
1.5 Pembatasan masalah 11
1.6 Metode Penelitian 11
1.7 Sistematika penulisan 12
BAB II LANDASAN TEORI 13
2.1 Pengertian Tanaman Herbal Purwaceng 13
2.2 Pengertian Zat Kimia 15
2.3 Klasifikasi Proses Kimia Dalam Tubuh 19
BAB III PEMBAHASAN 22
3.1 Kandungan Zat Kimia Dalam Purwaceng 22
3.2 Pengaruh Zat Kimia Terhadap Proses Kimia Dalam Tubuh 23
3.3 Kegunaan Purwaceng Bagi Tubuh 26
BAB IV PENUTUP 27
4.1 Kesimpulan 27
4.2 Saran 28
DAFTAR PUSTAKA xxix
LAMPIRAN xxx
RIWAYAT HIDUP xxxv














ABSTRAKSI


Karya tulis yang berjudul “Kandungan zat kimia dalam tanaman herbal perwaceng dan manfaatnya terhadap proses kimia daam tubuh manusia” membahas tentang proses kimia zat yang terkadung dalam tanaman purwaceng sehingga menimbulkan hasil reaksi yang digunakan atau dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari terutama di bidang kesehatan.
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui aplikasi pengaruh zat kimia dalam proses tubuh manusia sehubungan dengan hasil manfaatnya secara nyata bagi kesehatan manusia. Metode yang dipergunakan adalah observasi lapangan di Dieng Kab Wonosobo Jawa Tengah saat study tour dan study kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian kandungan kimia pada tanaman purwaceng termasuk zat kimia organik dengan melalui proses kimia sehingga bermanfaat meningkatkan vitalitas pria, menghangatkan tubuh, menyembuhkan pegel linu, menambah stamina tubuh, melancarkan buang air kecil, menghilangkan rasa sakit, menurunkan panas, obat cacing, mengatasi disfungsi ereksi., impotensi, dan kanker prostat serta antikanker dan antibakteri.









BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk ilmu kimia yang mempelajari seluk beluk yang berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kian meningkat dan semakin rumit.
Zat, senyawa, molekul, unsur yang biasa terdengar dan dipergunalan dalam kegiatan belajar mengajar dimana-mana. Tanaman herbal sebagai pengobatan tradisional diantaranya ialah purwaceng, khas Dieng, Wonosobo dapat bermanfaat bagi tubuh manusia terutama meningkatkan vitalitas pria dan meningkatkan stamina dengan melakukan proses secara kimia dan biologi. Oleh karena itu penulis memfokuskan pada proses kimia zat yang terkandung dalam tanaman purwaceng sehingga penulis mengambil judul Kandungan Zat Kimia
dalam Tanaman Herbal Purwaceng dan Manfaatnya Terhadap Proses Kimia dalam Tubuh Manusia untuk dijadikan penelitian agar mendapatkan bukti rasional yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

1.2 Perumusan masalah
Dalam karya tulis ini penulis merumuskan masalah ke dalam beberapa pertanyaan yaitu :
1. Apa sajakah kandungan zat kimia dalam purwaceng?
2. Bagaimana pengaruh zat kimia tersebut terhadap proses kimia dalam tubuh?
3. Apakah manfaat yang diperoleh dari tanaman purwaceng bagi tubuh manusia?

1.3 Tujuan Penelitian
Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui zat kimia yang terkandung dalam tanaman herbal purwaceng sebagai upaya untuk menerapkan IPTEK yang diperoleh selama pendidikan akademik di SMA Negeri 1 Sumedang dalam program study tour.
2. Memperoleh gambaran teoritis dan objektif tentang proses kimia yang terjadi dalam tubuh, sehubungan dengan pemanfaatan zat kimia yang terkandung dalam tanaman purwaceng
3. Mengetahui seberapa jauh aplikasi pengaruh zat kimia bagi proses tubuh manusia yang ada pada tanaman purwaceng

1.4 Manfaat Penelitian
Penulisan karya tulis ini bemanfaat bagi semua pihak yang memerlukan baik pelajar yang ingin mengetahui bahkan memperdalam pengethuan tentang tanaman purwceng untuk menghasilkan manfaat dalam kehidupan bahkan pihak lain sebagai bahan kajian objektif di bidang kesehatan.

1.5 Pembatasan masalah
Karya tulis ini membahas tentang zat yang terkandung dalam tanaman herbal purwaceng dan proses kimia zat tersebut dalam tubuh serta pengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

1.6 Metode Penelitian
Dalam usaha memperoleh data dan keterangan metode penelitian yang terdiri dari dua tahap yaitu :
1. Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan dilakukan dengan penelitian langsung pada objek wisata dataran tinggi dieng Kabupaten Wonosobo pada tanggal 26 Juni 2009 sampai 30 juni 2009.

2. Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan dimaksudkan mempelajari teori yang berhubungan dengan permasalahan di atas.
Dengan demikian landasan kuat, logis akan memberi arah dan peoman dalam membahas permasalahan ini.

1.7 Sistematika penulisan
Penulisan karya tulis ini, penulis klasifikasikan kedalam empat bagian
yaitu sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan yang terdiri dari Latar belakang penulisan, perumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, pembatasan masalah, metode penelitian dan sistematika penulisan, dalam Bab II Landasan Teori terdiri dari pengertian tanaman purwaceng, pengertian zat kimia dan klasifikasi proses kimia dalam tubuh dan Bab III Pembahasan Masalah yang terdiri dari kandungan zat kimia dalam purwaceng, pengaruh zat kimia terhadap proses kimia dalam tubuh dan manfaatnya bagi tubuh manusia. serta Bab IV Penutup yang terdiri dari Kesmpulan penulisan dan saran penulis.








BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Tanaman Herbal Purwaceng
Kata purwaceng diambil dari kata Purwa dan Ceng. Kata purwa berarti permulaan, masalalu, masa yang lama. Sedangkan, ceng asal kata dari cengeh yang berarti gadis centil .
Herbal adalah obat yang berasal dari tumbuhan yang diproses atau diekstrak sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk, pil atau cairan yang dalam prosesnya tidak menggunakan zat kimia namun tidak berdasarkan penelitian . tamnaman herbal biasa disebut juga fitokimia. Menurut Prof. Bernhard Watzl dari Institut of Nutritional Physiology (FRCN) Karlsruhe, Jerman, menyatakan bahwa fitokimia merupakan komponen bioaktif pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Fitokimia terdiri dari komponen fitosterol, fitoestrogen, flavonoid, karotenoid, saponin, polifenol, protease inhibitors, monoterpen, dan sulfid. Fitokimia memberikan aroma yang khas, rasa, dan warna tertentu bagi tanaman dalam berintegrasi dengan lingkungannya, dan salah satu yang menyebabkan manusia memilihnya sebagai komponen bioaktif Fitokimia memberi dampak metabolisme secara endogen dan eksogen melalui berbagai mekanisme reaksi tubuh.

Purwaceng (latin : Pimpinella Fruacan) merupakan jenis tumbuhan obat atau simplisia nabati, sehingga banyak dimanfaatkan untuk kesehatan. Tanaman purwaceng adalah sejenis ginseng yang hanya terdapat di sebagian kecil lahan pertanian hanya pada tempat-tempat tertentu saja yaitu di seputar Gunung Pakuwojo dan Gunung Perahu dan hutan lindung dataran tinggi Dieng , dan hidup pada ketinggian 2000-2500 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan jenis tanah yang mengandung unsur-unsur tertentu serta kelembapan dan cuaca tertentu pula sehingga sebenarnya tergolong tanaman langka, namun kini dapat diselamatkan dengan budi daya menggunakan metode kultur in vitro.
Purwaceng merupakan salah satu tanaman obat tradisional berdaun mungil
yang dikenal berkhasiat sebagai obat perkasa kaum lelaki. Karena itu, Purwoceng juga mendapat sebutan ‘Viagra Jawa’.
Bermacam produk kesehatan berupa minuman yang berasal dari bahan Purwaceng diantaranya : purwaceng dalam bentuk bubuk, kering, kopi, susu, kapsul, dan kemasan dalam botol. Terkadang, biji purwaceng juga diminati pembeli untuk dibudidayakan. Minuman purwaceng memiliki rasa khas, yaitu pedas, yang dihasilkan oleh akar dan bijinya.

2.2 Pengertian Zat Kimia
Biokimia berasal dari kata bio artinya organisme hidup, sedangkan Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani χημεία khemeia "alkimia") adalah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik.
Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Kimia berhubungan dengan interaksi materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Ilmu Kimia juga menitikberatkan terhadap komposisi bahan dan sifat-sifat yang berhubungan dengan komposisi juga mengkonsentrasikan perbedaan interaksi senyawa satu dengan senyawa lainnya dalam reaksi kimia untuk membentuk zat-zat baru
Dengan demikian dapat digabungkan dua pengertian diatas bahwa Biokimia meliputi studi tentang susunan kimia sel, sifat senyawa serta reaksi yang terjadi di dalam sel, senyawa-senyawa yang menunjang aktivitas organisme hidup serta energi yang diperlukan atau dihasilkan. Ilmu Biokimia bertujuan mempelajari sifat zat kimia yang terdapat di dalam jasad hidup dan senyawa yang diproduksinya, mempelajari fungsi dan transformasi zat kimia serta menelaah transformasi tersebut sehubungan dengan aktivitas kehidupan .
Struktur senyawa dan reaksi antara senyawa di dalam organisme hidup. Dengan mempelajari struktur senyawa dan reaksi yang terjadi, sifat-sifat umum organisme hidup dapat dijelaskan secara rinci. Demikian pula faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan dapat diketahui, sehingga dapat dihindari terjadinya dampak lingkungan negatif. Jasad hidup (benda hidup) adalah sekumpulan zat tak hidup yang dapat berbaur dan bereaksi serta berinteraksi satu sama lain dengan cara dan susunan yang sangat rumit, namun teratur dengan baik Contohnya, protein dan asam nukleat merupakan komponen utama penyusun sel. Dengan mengetahui susunan kimia, struktur, sifat senyawa serta proses metabolisme yang terjadi di dalam sel, dapat dijelaskan beberapa sifat umum sel, misalnya yang berhubungan dengan faktor genetik pertumbuhan sel, penyediaan dan penggunaan energi bagi proses metabolisme di dalam sel, dan aktivitas enzim sebagai biokatalis dalam proses metabolisme.
Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya.
a. Zat bisa berupa zat padat, zat cair dan zat gas.
Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba merubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap.
b. Zat berdasarkan kemurniannya dapat dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :
A. Unsur
Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Contoh unsur :
- Unsur Emas / Au (Aurum)
- Unsur Nitrogen / N
- Unsur Platina / Pt
- Unsur Karbon / Carbon / C
B. Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait.
Contoh Senyawa :
- Senyawa Oksigen / O2
- Senyawa Air / H2O
- Senyawa Alkohol / C2H5OH
- Senyawa Garam Dapur / NaCl
C. Campuran
Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa.
Contoh Campuran :
- Udara
- Tanah
- Air

2.3 Klasifikasi Proses Kimia Dalam Tubuh
Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.
Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Anabolisme/ Asimilasi/ Sintesis
Anabolisme yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)

energi cahaya
6 CO2 + 6 H2O ———————————> C6H12O6 + 6 O2
klorofil glukosa
(energi kimia)

Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm.

3. Katabolisme (Dissimilasi),
katabolisme yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut.


Contoh:

enzim
C6H12O6 + 6 O2 ———————————> 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal.
Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm












BAB III


PEMBAHASAN

3.1 Kandungan Zat Kimia Dalam Purwaceng
Penggunaan tanaman obat dibidang pengobatan pada prinsipnya tetap didasarkan pada prinsip-prinsip terapi seperti pada penggunaan obat moderen. Oleh karenanya informasi kandungan senyawa aktif tanaman obat mutlak diperlukan. Umumnya tanaman obat jarang memiliki bahan senyawa tunggal, sehingga sulit untuk memastikan kandungan aktif mana yang berkasiat untuk pengobatan penyakit tertentu. Misalnya khasiat akar tanaman purwoceng (Pimpinella alpina) yang diketahui dari pengalaman-pengalaman orang kemudian berkembang menjadi image berkasiat sebagai aprodisiak ternyata mengandung :
a) turunan dari senyawa sterol , saponin , alkaloida
b) triterpenoid-steroid
c) sitosterol
d) stigmasterol

e) senyawa pergaphen dan iso pergaphen
f) Senyawa diuretik
g) Senyawa kumarin

3.2 Pengaruh Zat Kimia Terhadap Proses Kimia Dalam Tubuh
Proses kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup umumnya memerlukan enzim yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh. Kandungan dalam purwaceng disebut substrat yang menghasilkan produk . Enzim pada tanaman purwaceng termasuk enzim pencernaan yang bekerja di luar sel (eksrasel) karena purwaceng dicerna oleh tubuh.
Proses kimia pada tanaman purwaceng terdiri dari :
a. Katabolisme yang bersifat eksergonik (menghasilkan energi kimia yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas sel)
b. Anabolisme (kemosintesis dengan menggunakan sumber energi yang berasal dari reaksi kimia eksergonik dan oksidasi senyawa organik yaitu :
1. Senyawa-senyawa turunan saponin, alkaloid, tanin, dan senyawa-senyawa lain yang berkhasiat sebagai penguat tubuh serta memperlancar peredaran darah.
2. Akarnya digunakan sebagai aprosidiak (Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan 1987), yaitu khasiat suatu obat yang dapat meningkatkan atau menambah stamina. Tanaman obat bekerja memperbaiki imunitas tubuh, dan membangkitkan rangsang pada sistem syaraf pusat yang juga memperbaiki sirkulasi darah, lalu akan membangkitkan kesegaran tubuh dan mendorong gairah seksual, serta akhirnya fungsi ereksi membaik. beberapa tanaman obat yang memiliki fungsi afrodisiaka atau pembangkit gairah erotis (obat erogenik atau sex arousal agent. Di antaranya bawang putih dan Pimpinella pruacen atau purwaceng. Senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman ini memberikan efek memberi rasa hangat pada tubuh serta meningkatkan emosi.
Tumbuhan ini bermanfaat memperbaiki peredaran darah perifer maupun peredaran darah otak yang akan menciptakan rangsang erotik lebih bai. Ini akan membangkitkan libido melalui susunan syaraf pusat dan otonom sehingga memroduksi penghantar syaraf (neurotransmitter) nitrit oksida (NO). NO merupakan syarat utama untuk terjadinya relaksasi otot polos dalam korpus kavernosum yang diperlukan untuk membangkitkan ereksi.
3. Purwaceng memiliki kandungan sejumlah zat, seperti triterpenoid-steroid
yaitu subset dari hormon seks yang menghasilkan perbedaan seks atau mendukung reproduksi. Corticosteroids termasuk Glukokortikoid dan mineralocorticoids. Glukokortikoid mengatur banyak aspek metabolisme dan fungsi kekebalan, sedangkan mineralocorticoids membantu mempertahankan kontrol volume darah dan ginjal ekskresi elektrolit.
4. Sitosteroldan stigmasterol memiliki fungsi utama meningkatkan fertilitasspermatozoid. Tambah lagi senyawa afrodisialdi dalamnya. Afrodisial diyakini dapat membangkitkan hormon seksual.
5. Tanaman ini juga mempunyai kandungan senyawa pergaphen dan iso pergaphen yang berfungsi meningkatkan stamina tubuh.
6. Tanaman purwoceng mempunyai kandungan bahan yang bersifat aprodisiak pada akar mengandung senyawa diuretik . Diuretik adalah obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian, pertama menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan jumlah pengeluaran zat-zat terlarut dalam air. Fungsi utama diuretik adalah untuk memobilisasi cairan udem, yang berarti mengubah keseimbangan cairan sedemikian rupa sehingga volume cairan ekstra sel kembali menjadi normal sehingga mampu melancarkan air seni, peredaran darah, menghangatkan dan menyehatkan tubuh
7. Bagi konsumen yang terkena Disfungsi ereksi (DE) . purwaceng Daya kerjanya langsung ke syaraf-syaraf di sekitar organ genital pria. Karena itu, beberapa saat setelah mengkonsumsi obat yang berfungsi sebagai erektogenik.
8. Akar purwoceng mengandung turunan senyawa kumarin yang digunakan dalam industri obat modern, tetapi bukan untuk aprodisiak melainkan untuk anti bakteri, anti fungi dan anti kanker

3.3 Kegunaan Purwaceng Bagi Tubuh
Pada mulanya, tanaman purwaceng digunakan oleh penduduk disekitar pegunungan Dieng (daerah asalnya) hanya untuk pemeliharaan kesehatan atau peningkatan derajat kesehatan. Namun sejalan dengan perkembangan penelitian dan isu yang dihembuskan, tanaman ini berkembang menjadi komoditas yang sangat ”laku jual” sebagai bahan aprodisiak, bahkan kini telah dipopulerkan oleh masyarakat dan Kelompok Tani setempat dengan sebutan ”Viagra Jawa”.
Setelah proses yang terjadi dalam tubuh. Sel menghasilkan produk-produk senyawa yang langsung memberikan manfaat nyata bagi tubuh.
Manfaat yang dihasilkan tanaman purwaceng diantaranya :
1. Khasiat purwaceng yang paling populer adalah untuk membangkitkan dan menjaga potensi vitalitas pria. Sebuah penelitian menunjukkan, purwaceng dapat meningkatkan libido, meningkatkan hormon testosteron, dan meningkatkan jumlah spermatozoid..
2. Menghangatkan tubuh, saraf dan otot
3. Menambah stamina tubuh
4. Melancarkan buang air kecil.
5. Berkhasiat sebagai obat analgetika (menghilangkan rasa sakit)
6. Menurunkan panas
7. Obat cacing
8. Antibakteri dan Antikanker.
9. Mengatasi disfungsi ereksi., impotensi, dan kanker prostat.
10. Menghilangkan masuk angin dan pegal linu





BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dalam karya tulis yang berjudul Kandungan zat kimia dalam tanaman herbal perwaceng dan manfaatnya terhadap proses kimia dalam tubuh manusia dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Proses kimia yang terjadi dalam tubuh ketika kita mengkonsumsi tanaman purwaceng diklasifikasikan kedalam cabang ilmu kimia yaitu biokimia karenab meliputi studi tentang susunan kimia sel, sifat senyawa serta reaksi yang terjadi di dalam sel, senyawa-senyawa yang menunjang aktivitas organisme hidup serta energi yang diperlukan atau dihasilkan
2. Tanaman purwaceng adalah tanaman langka yang bisa ditemukan di dataran tinggi Dieng yang memiliki berbagai macam khasiat bagi kesehatan terutama untuk vitalitas kaum pria.
3. Tanaman herbal memiliki khasiat yang tidak kalah dibandingkan dengan obat-obatan modern dan tidak memiliki efek samping sedikitpun karena semua zat kimia yang terkandung berasal dari proses kimia pada tanaman itu sendiri.


4.2 Saran
Dalam penelitian mengenai tanaman purwaceng. Penulis menyarankan :
1. Kita jangan terlalu terpaku pada obat-obatan modern yang efeknya lebih banyak merugikan. Tanaman herbal atau fitokimia khususnya Purwaceng melalui proses yang terjadi dalam tubuh, zat alami didalamnya memiliki khasiat tanpa efek samping pada tubuh.
2. Purwaceng merupakan tanaman langka khas Wonosobo dapat dijadikan tanaman budidaya pertanian rakyat yang dapat menjadi komoditas yang lebih maju sehingga berpengaruh terhadap meningkatkan pendapatan masyarakat.
3. Purwaceng merupakan produk unggulan dari Wonosobo, sehingga Pemerintah Daerah harus ikut mempromosikan produk ini melalui pameran-pameran yang diadakan baik di dalam kota mupun di luar kota dalam rangka melestarikan keberadaan tanaman purwaceng, misalnya dengan mengadakan Diklat Pengembangan Purwaceng.

DAFTAR PUSTAKA



Syamsuri, istamar DKK.2007.Jakarta.Biologi 3A untuk SMA kelas XII semester 1:Erlangga


Mono,Raharjo.2008. Purwaceng Budi Daya dan Pemanfaatan untuk Obat Perkasa Pria (Seri Agri Sehat): Media pratama



Sumber lain:

wonosobokab.go.id Jakarta


http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1091508209,59323,
.go.id diakses pada september 2009


.tanpa tahun.Purwaceng, viagra dalam herbal.[online]. Tersedia: http://purwaceng-online.blogspot.com


Tanpa nama. 2008. wisata alam dieng . [online]. Tersedia: Http://www.komwbu.jawatengah.go.id diakses pada agustus 2009


http://ftp.ui.edu


http://id.wikipedia.org

LAMPIRAN


Berbagai produk yang berasal dari tanaman purwaceng


Daftar harga olahan dengan bahan dasar Purwaceng

Untuk Teh Purwaceng Harganya 40.000/pack.
Untuk Kopi Purwaceng Harganya 55.000/pack
Untuk Susu Purwaceng Harganya 65.000/pack
Untuk Original Purwaceng Harganya 80.000/pack
Untuk Akar+Daun Purwaceng Murni Harganya 60.000/pack





Tabel pengklasifikasikan steroid berdasarkan komposisi kimianya.
Kelas Contoh Jumlah atom karbon
Cholstanes kolesterol
27
Cholanes cholic acid
24
Pregnanes progesteron
21
Androstanes testosteron
19
EEstranes estradiol
18



Tanaman purwaceng yang berdaun mungil














Tanaman purwaceng sebagai tanaman perdu

















Tabel pembagian golongan Diuretik

1. Diuretik osmotic
• Tubuli proksimal
menghambat reabsorpsi natrium dan air melalui daya osmotiknya.
• Ansa enle
cara menghambat reabsorpsi natrium dan air oleh karena hipertonisitas daerah medula menurun.
• Duktus Koligentes
menghambat reabsorpsi natrium dan air akibat adanya papillary wash out, kecepatan aliran filtrat yang tinggi, atau adanya faktor lain.


2. diuretik golongan penghambat enzim karbonik anhidrase
bekerja pada tubuli Proksimal dengan cara menghambat reabsorpsi bikarbonat.
3. diuretik golongan tiazid
bekerja pada hulu tubuli distal dengan cara menghambat reabsorpsi natrium klorida.

4. diuretik hemat kalium
bekerja pada hilir tubuli distal dan duktus koligentes daerah korteks dengan cara menghambat reabsorpsi natrium dan sekresi kalium dengan jalan antagonisme kompetitif (sipironolakton) atau secara langsung (triamteren dan amilorida).

5. diuretik kuat
bekerja pada Ansa Henle bagian asenden pada bagian dengan epitel tebal dengan cara menghambat transport elektrolit natrium, kalium, dan klorida.


RIWAYAT HIDUP

Nama : Siti Haifa Octaviarini
Jenis kelamin : Perempuan

Status : Pelajar (SMA)
Tempat tanggal lahir : Bogor, 27 oktober 1992
Alamat : Perumahan Griya Jatinangor 1 Jl. Kenanga 1 Blok B4 No.20 Tanjungsari-Sumedang
Nama ayah : Siharuji Kartawinata, SE
Nama ibu : Tatiek Kusrini Mustary

Pendidikan :Tahun 1996-1997 TK Kartika III-3 Bogor
Tahun 1998-2003 SD Negeri Pengadilan 5 Bogor
Tahun 2004-2006 SMP Negeri 5 Bogor
Tahun 2007-sekarang murid SMA 1 Sumedang dan duduk di kelas XII IPA 6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar